UJIAN TENGAH SEMESTER
Soal:
1. 1. Asam karboksilat dapat
ditransformasi menjadi beberapa turunan. Buatlah skema reaksi perubahan dari
suatu ester menjadi amida selanjutnya target akhirnya adalah benzoil khlorida!
2. 2. Temukan manfaat dari
benzoil khlorida, jelaskan bagaimana mekanisme senyawa benzoil khlorida
berperan!
3. 3. Bila benzoil khlorida
dikonversi menjadi asam benzoat. Buatlah tiga contoh turunan asam benzoat
sebagai model, kemudian jelaskan pengaruh efek resonansi terhadap kekuatan tiga
jenis asam benzoat yang anda modelkan!.
4. 4. Usulkan turunan asam
benzoat yang anda gunakan pada soal No.3 dapat dibiodegradasi oleh suatu
mikroorganisme, bagaimana hasil akhir penguraiannya?
Jawab:
1. 1. Skema perubahan bentuk
dari Ester menjadi Amida, dan Benzoil Klorida dapat dilihat sebagai berikut:
Sebelum menjelaskan mengenai perubahan
mebtuk Ester menjadi Amida, kita harus mengetahui Ester terlebih dahulu. Ester
merupakan turunan dari Asam Karboksilat dimana gugus Hidroksi (-OH) dari suatu
Asam Karboksilat digantikan oleh gugus alkoksi (-OR). Persamaan reaksi
pembentukan Ester daru suatu Asam Karboksilat dapat dijelaskan dengan reaksi
sebagai berikut:
R ─ C = O +
R’ OH → R ─ C = O
+ H2O
│ │
OH OR’
Asam Karboksilat
Alkohol Ester Air
Kemudian dari reaksi diatas, kita akan
ambil contoh salah satu senyawa ester, yaitu Metil Benzoat, yang kemudian mereaksikan
antara senyawa Metil Benzoat (C8H8O2) tersebut dengan Amonia dengan hasil
reaksi sebagai berikut:
Metil Benzoat Amonia Benzamida
Dari hasil reaksi diatas diperoleh
Benzamida, yaitu suatu senyawa yang terbentuk setelah terjadinya reaksi antara
Metil Benzoat dan Amonia. Setelah itu, Benzamida dihidrolisis dengan
menggunakan air untuk menghasilkan asam benzoat dan amonia, yaitu dengan reaksi
sebagai berikut:
Benzamida Air Asam
Benzoat Amonia
Kemudian,
Asam Benzoat (
)
yang telah terbentuk tersebut kita
reaksikan dengan senyawa lainnya, yaitu Tionil Klorida
yang mana hasil akhirnya adalah Benzoil
Klorida dengan reaksi sebgai berikut:
Asam
Benzoat Tionil Klorida Benzoil Klorida
2. 2. Pada dasarnya seperti
diketahui bahwasannya Benzoil Klorida merupakan suatu senyawa kimia yang pada
dasarnya proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan asetil klorida, yaitu
dengan cara mereaksikan antara Asam Benzoat
dengan senyawa Fosfor Pentaklorida atau Tiolin
Klorida, atau bisa juga dibuat dengan cara mengklorinasi Benzaldehida. Suatu
senyawa Benzoil Klorida bereaksi dengan alkohol dan amina menghasilkan suatu
ester dan amida terkait, serta bereaksi juga dengan air menghasilkan Asam
Klorida dan Asam Benzoat dengan reaksi sebagai berikut:
PhCOCl + H2O
<==> PhCOOH + HCl
(Benzoil Klorida) (Air) (Asam Benzoat) (Asam
Klorida)
Selain itu, Benzoil Klorida juga
beraksi dengan Natrium Peroksida menghasilkan Benzoil Peroksida dan Natrium
Klorida dengan reaksi sebagai berikut:
2PhCOCl +
Na2O2 <==>
(PhCO)2 O2 + 2NaCl
(Benzoil Klorida) (Natrium Peroksida) (Benzoil Peroksida) (Natrium Klorida)
Senyawa Benzoil Klorida memiliki
manfaat sebagai perantara dalam proses sintesis kimia. Mekanisme penggunaan
senyawa Benzoil Klorida sebagai perantara dalam proses sintesis kimia, sebagai
contoh adalah digunakan sebagai pereaksi untuk mensintesis Flavon. Untuk
mekanismenya sendiri, Benzoil Klorida merupakan bahan penting dalam sintesis
Flavon. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah pembentukan suatu senyawa,
yaitu senyawa o – BHP yang dihasilakan melalui tahap benzoilasi o BHP dengan
Benzoil Klorida. Saat terjadinya proses Benzoilasi, Benzoil Klorida akan lebih
dominan mengesterifikasi Fenol dibandingkan dengan mengadisi karbon.
31. 3. Turunan Asam Benzoat
adalah sebagai berikut:
1) Asam
Asetil Salisilat
2) Asam
Nitro Benzoat
3) Asam
p-ftalat
4. Dari apa yang telah
Saya pelajari, bahwasannya jenis bakteri yang digunakan untuk proses
biodegradasi yang digunakan adalah
Pseudomonas sp. Penggunaan
bakteri ini sebagai proses biodegradasi dikarenakan bakteri ini merupakan
bakteri yang bersifat hidrokarbonolistik yang mampu mendegradasi berbagai jenis
karbon. Keberhasilan bakteri ini dalam biodegradasi lingkungan akibat adanya
suatu pencemaran hidrokarbon membutuhkan suatu pemahaman tentang mekanisme
interaksi antara bakteri Pseudomonas sp dengan senyawa – senyawa hidrokarbon.
Sehingga, dari kemampuan bakteri Pseudomonas
sp dalam mendegradasi hidrokarbon dan
dalam menghasilkan biosurfaktan menunjukkan bahwa isolate bakteri Pseudomonas sp berpotensi untuk digunakan dalam upaya bioremediasi lingkungan
akibat pencemaran karbon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar